Apa itu "FIRASAT" ?
Mungkin itu pertanyaan yang pas yang pertama kali dilontarkan, sebab emang singkron dari judulnya. Firasat sendiri bukan lagi kata-kata yang asing, soalnya kata-kata firasat sendiri banyak orang yang menggunakan tetapi banyak juga yang tak tau maksud dari arti kata "firasat"" itu.
Merah : "Hey sob, kok belakangan ini kamu klo aku liat-liat lebih sering termenung deh ?"
Putih : ""Gak tau juga, tapi ntah kenapa belakangn ini juga firasat ku kok gak enak, kenapa yah ?"
Merah : "Mungkin kamu lagi banyak pikiran atau bakal ada atau sudah terjadi sesuatu tapi kamu gak tau itu apa !"
Putih : "Mungkin yang kamu bilang ada benernya juga, sebab ada yang bilang klo pacar aku selingkuh gitu. Makanya sampe saat ini kata-kata itu buat aku kepikiran". #nahlo -____-"
Dari percakapan diatas bisa jadi contoh percakapan tentang firasat sendiri yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Diman si Putih hanya tau kalau firasatnya tidak baik tapi tidak tau firasat itu seperti apa bentuknya, asal datangnya darimana dan sikap kita sebaiknya seperti apa saat firasaat itu menghinggapi kita. Maka dari itu akan ada penjelasan mengenai firasat dan dimulai dari awal kemunculannya.
Jadi, apa itu "FIRASAT" ?
Firasat adalah cara bagaimana alam berbicara kepada kita. Tapi sayang kita tak pernah memahaminya. Padahal dengan cara itu kita dapat berdialog dengan semesta. Pada dasarnya kita merupakan bagian dari alam, jadi saat kita dilahirkan secara natural kita memiliki bahasa yang sama dengan alam dan itu natural.
Seperti saat bayi yang baru lahir, mereka langsung berkomunikasi dengan alam. Jika bayi itu merasa tak nyaman ia ungkapkan dengan tangisan, begitu pula sebaliknya jika bayi itu merasa nyaman ia ungkapkan dengan senyum dan tawa. Namun, sayangnya pada saat bayi itu beranjak besar, bayi itu mulai diajarkan menggunakan bahasa yang kita ciptakan sendiri. Jadi secara perlahan dan natural juga kita mulai melupakan bahasa alam. Walaupun alam semesta ini memberikan berjuta pertanda kepada kita, sosok kita yang mulai sombong ini tidak akan bisa memahaminya."
Saat kita mempunya firasat tentang seseorang, apa kita harus memberi tau orang itu? Buat apa? Apa hanya untuk peringatan! Peringatan agar mereka lebih berhati-hati, dan klo kita kasih tau peringatan itu apa kejadiannya bisa dibatalin? Klo kita perlu memperingatkan kita pasti bisa, tapi klo gak perlu kita mau berusaha sekuat apaun yang harus terjadi pasti akan terjadi. Trus bagaimana kita bisa tau klo sesuatu itu firasat atau bukan? Dengan cara mengecek dalam hati, pikiran, mau mendengar diri sendiri dan yang penting kita siap menerima jawaban apapun nanti. Yang jelas apa yang harus terjadi pasti akan terjadi.
"Kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima dan tetap yakin semua akan baik-baik saja"
Posted iseng2 : @EL_R

0 komentar:
Posting Komentar